Jumat, 28 Desember 2012

PENGELOMPOKAN ALGA BERDASARKAN ZAT YANG TERKANDUNG



1.       Alga hijau ( Chlorophyta )





Alga yang uniseluler maupun multiseluler, memiliki klorofil yang dominan sehingga warnanya hijau. Alga hijau juga memiliki pigmen karotin dan xantofil. Jenis alga ini hamper hidup 90% di air tawar dan 10% hidup di laut sebagai plankton. Jenis jenis alga hijau dikelompokan menjadi :

a.       Alga bersel tidak bergerak



F  Chlorella, memiliki bentuk bulat, hidup di air tawar atau air laut, bereproduksi dengan cara vegetative dengan membelah diri, banyak digunakan untuk mempelajari fotosintesis.



F  Cholococcum, bentuknya bulat, hidup di air tawar, bereproduksi dengan cara vegetative dengan membentuk zoospora secara generative dengan isogami.


b.      Alga bersel satu yang bergerak

F  Chlamidomonas, berbentuk bulat telur, memiliki dua flagel, kloroplasnya berbentuk mangkok yang mengandung pyrenoid dan sigma. Bereproduksi dengan cara membelah diri dan konjugasi


F  Euglena viridis, berbentuk seperti mata, memiliki sebuah flagel, klorofil dan sigma. Reproduksinya dengan cara membelah diri. Euglena kadang dikelompokkan ke dalam protozoa.


c.       Berbentuk koloni yang bergerak

F  Volvox, bentuk koloninya menyerupai bola yang tersusun atas ribuan volvox yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh benang benang sitoplasma. Volvox juga dikelompokan dalam protozoa.



d.      Berbentuk koloni yang tidak bergerak

F  Hydrodiction, koloninya berbentuk jala, banyak ditemukan di air tawar. Reproduksinya dengan vegetative dengan cara fragmentasi dan secara generative melalui konjugasi.



e.      Berbentuk benang

F  Spyrogira, kloroplasnya berbentuk spiral, hidup di air tawar, bereproduksi dengan secara vegetative dan generative.



f.        Berbentuk lembaran

F  Ulva, hidup dilaut, menempel pada batu dan dapat dimakan. Reproduksinya secara vegetative dengan membentuk zoospora dan secara generative dengan isogami.



2.       Alga coklat ( Phaeophyta )



Pada umunya alga coklat bersel banyak ( multiseluler ), dengan pigmen coklat ( fukosantin ) yang dominan disamping memiliki klorofil a dan b. berbentuk menyerupai tumbuhan tingkat tinggi karena memiliki bagian yang menyerupai akar, batang, dan daun membuat alga ini mudah dikenali. Bereproduksi dengan secara vegetative dengan fragmentasi dan generative melalui isogami atau oogami.

Jenis jenis alga coklat antara lain :

ð  Laminaria, memiliki batang, daunnya berbentuk lembaran, mengandung yodium dan asam alginate.


ð  Macrocystis, menghasilkan yodium dan asam alginate yang berfungsi sebagai bahan industry.


ð  Sargasum, daunnya berbentuk lembaran, diantara batang dan tangkainya terdapat gelembung gelembung udara.


ð  Fucus, berbentuk daun berupa lembaran  dan pada bagian tepi daun terdapat gelembung.



Ada cara reproduksi  vegetative alga coklat mirip dengan tumbuhan tinggi, pada ujung daun fertile terbentuk reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat pembiak. Alat biaknya disebut konseptakel yang menghasilkan ovum dan spermatozoid.

3.       Alga merah ( Rhodophyta )



Alga yang tubuhnya bersel banyak ( multiseluler ), memiliki klorofil a dan b dengan pigmen dominan merah ( fikoeritin ) dan karotin. Bentuk tubuhnya menyerupai  tumbuhan tinggi dan hidup dilaut. Banyak dimanfaatkan manusia untuk bahan agar agar. Cara reproduksi alga merah secara vegetative dengan membentuk spora dan secara generative secara anisogami.

Jenis jenis alga merah yang terkenal antara lain :

ð  Euchema spinosum, sebagai bahan pembuat agar agar, banyak terdapat di perairan Indonesia.


ð  Gelidium dan Gracilaria, sebagai bahan pembuat agar agar dan banyak ditemukan di perairan Negara yang agak dingin.


ð  Batracnospermum

4.       Alga keemasan ( Chrysophyta )



Alga ini ada yang uniseluler dan ad juga yang multiseluler. Memiliki klorofil a dan b serta pigmen dominan keemasan ( karotin ) dan fukosantin. Dapat dijumpai di perairan air tawar dan air laut. Bereproduksi  secara vegetative dengan membelah diri atau dengan zoospore spermatozoid.
Jenis jenis alga keemasan antara lain :

a.       Bersel tunggal ( monoseluller )

F  Ochromonas , bentuknya seperti bola, memiliki flagel yang panjangnya tidak sama, bereproduksi dengan cara membelah diri.


F  Navicula, sering juga disebut diatmoe atau ganggang kersik, berbentuk kotak atau elips, jika mati fosilnya akan membentuk tanah diatmoe yang berfungsi sebagai bahan penggosok, campuran semen atau penyerap nitrogliserin pada bahan peledak.


F  Pinnularia, mirip dengan diatmoe.



b.      Bersel banyak ( multiseluler )

F  Vaucheria, tubuhnya berbentuk benang, hidupnya di air tawar, reproduksinya secara vegetative dengan membentuk zoospore dan secara generative dengan pertemuan sel telur yang dihasilkan oleh oogonium dan sel sperma yang dihasilkan oleh antheridium.



semoga bermanfaat :)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar